Uang Koin Indonesia

Uang logam paling langka di Indonesia kita tercinta ini, memang nominalnya gede2, karena tahun 45 – 75 an dan dari 95 – 99 ...

15th Floors Hotel in 6 Days

China successfully completed the construction of the 15 floors hotel in just 6 days. It's name Ark Hotel ...

One night in Honolulu

Alooooha….!Wow.. Finally we “Zaandam Ship” arrived in Honolulu, Hawaii.. gua liat jam tangan merk Levi’s ...

Tenderloin steak well-done

Jarum jam menunjuk pukul 10.30 malam. Suasana dinning room sudah sepi oleh hiruk pikuk tamu kapal yang baru saja santap malam. ...

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Linkedin

Tampilkan postingan dengan label trends. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label trends. Tampilkan semua postingan

11/24/2010

What Is This?

Ketika mendengar celotehan tukul di acara Bukan Empat Mata, saya tertawa geli. Si tukul ngomongnya keInggris-Inggrisan. Walaupun ucapannya salah, dia tetap PD aja. Rupanya fenomena bicara dalam bahasa Inggris tidak hanya diidap Tukul. Mulai dari host tv, merek produk, nama gedung dan lain-lain sebagainya. Bahkan banyak dari teman-teman saya yang mengidap syndrome ini. Mereka merasa dapat berbahasa Inggris walaupun belum pernah berbicara dalam bahasa Inggris. “Kayaknya seh gua bisa..” : itu kata mereka. (Kayaknya.. ga sekalian Miskinnya!!!)


Berbicara dalam bahasa Inggris dengan baik dan benar itu tidaklah gampang, namun bukan berarti tidak bisa. Setidaknya itulah yang terjadi pada saya, dengan pengalaman bekerja di kapal pesiar di luar negeri, yang notabene passengernya orang Amerika, tidak menjamin saya dapat berbahasa Inggris dengan baik dan benar. Itulah yang akhirnya saya sadari setelah ikut kursus bahasa Inggris di IEC. ”Oh My God… My English so bad..!”. Semakin saya menyadari, semakin saya bersemangat untuk terus belajar.

Kunci dari semua itu adalah Keep Trying, enriched your vocabulary everyday, know how to use in sentences. Mulailah berbahasa Inggris dari sekarang.! Sebenarnya American (baca: orang amerika) tidak mempersalahkan tentang grammar, selama mereka dapat mengerti apa yang kita maksud. Tapi ada baiknya juga kalau kita berbicara dengan tatanan bahasa Inggri yang baik dan benar.

Banyak keuntungan yang didapat jika kita ahli bercas-cis-cus Inggris dengan grammar yang benar, seperti : menjadi guru di tempat kursus, menjadi intepreter, menjadi translater dan kepercayaan diri akan secara otomatis meningkat. Itulah yang saya rasakan saat ini.. wkwwk.. (so pede yah..). walaupun saya belum dapat berbahasa Inggris dengan baik dan benar tapi paling tidak saya sudah melangkah kedepan untuk dapat speaking English fluently.

So.. have you already speaking English well..? If not, you can start from now! There is never late to learn. More Soon More Better..! (gun)

6/13/2009

Resensi Film 'Terminator Salvation'

Saat Robot Ingin Menguasai Dunia
Oleh: Fatchur Rochim

John Connor (Christian Bale) adalah manusia yang ditakdirkan untuk memimpin sisa-sisa manusia yang memberontak terhadap Skynet dan pasukan Terminator-nya. John bersama para kaum Resistance kemudian merencanakan untuk menghancurkan Skynet dalam usaha mengembalikan manusia sebagai pemimpin di muka bumi.

Dalam persiapan penghancuran Skynet inilah kemudian muncul seorang pria bernama Marcus Wright. Marcus kehilangan ingatannya dan tak tahu dari mana ia berasal. Yang ada dalam ingatannya hanyalah saat dirinya berada dalam eksekusi. Sebenarnya Marcus adalah manusia yang telah diubah menjadi robot setelah ia sendiri dieksekusi satu tahun sebelumnya.

Di saat yang hampir bersamaan dengan rencana kaum Resistance untuk meruntuhkan Skynet, para robot ternyata juga punya rencana untuk membunuh para pemimpin Resistance. Nama John Connor ada dalam daftar Skynet namun John tak mengerti kenapa nama Kyle Reese (Anton Yelchin) juga ada dalam daftar eksekusi tersebut. Menurut John, Kyle terlalu muda untuk dianggap sebagai ancaman buat Skynet.

TERMINATOR SALVATION

Hanya gara-gara Christian Bale menolak peran utama dan bersikeras hanya mau memerankan karakter John Connor maka naskah film yang sudah jadi terpaksa harus disusun ulang. Untungnya kerja keras ini tak terlalu buruk karena tak terlihat kesan bahwa Bale hanya sekedar 'tempelan' dalam film ini. Namun kabarnya McG, sang sutradara harus memangkas sekitar 40 menit durasi film sebelum akhirnya TERMINATOR SALVATION bisa disajikan sebagai sebuah tontonan.

Pemotongan ini bisa dimaksudkan sebagai 'penyesuaian' namun bisa juga dilihat sebagai pertanda ketidakpuasan sang sutradara pada hasil akhir syuting. Yang jelas pada beberapa bagian memang terlihat bahwa ritme film secara keseluruhan sepertinya tak tertata rapi. Ini diperburuk lagi dengan beberapa special effect yang berkesan cheap. Tapi secara keseluruhan dari keempat film TERMINATOR yang satu ini lebih berkesan kelam.
:tendang:

6/05/2009

Resensi Film ‘Angels and Demons’

Rahasia Kelam Gereja Vatikan
Vina Ramitha

Sejarah panjang Katolik di Gereja Vatikan menyimpan banyak misteri. Siapa sangka ada sebuah rahasia yang disembunyikan dan digunakan sebagai senjata meraih kekuasaan. Bahkan, ambisi itu membuat kesucian St Peter’s Bassilica ternoda oleh darah.

Dalam film Angels & Demons, perebutan kekuasaan tertinggi itu diwarnai oleh pencurian sebuah sumber energi maha dahsyat yang disebut antimateri. Benda berbahaya yang penciptaannya diawasi secara sembunyi-sembunyi olah Bapa Silvano itu akhirnya jatuh juga di tangan yang salah dan sang pendeta dibunuh.

Pada saat bersamaan, Paus yang memimpin Vatikan meninggal karena penyakit yang diderita. Pukulan untuk gereja seolah kurang cukup, pelaku pencuri antimateri juga menculik empat uskup kandidat pengganti Paus. Pelaku mengaku sebagai ‘Illuminati’, kelompok ilmuwan yang ditentang gereja sejak lama dan telah menghilang.
Hal ini membuat Kepala Kepolisian Vatikan, Inspektur Olivetti (Pierfrancesco Favino) meminta bantuan kepada ahli numerik AS Dr Robert Langdon (Tom Hanks). Sang profesor juga mendapat bantuan salah satu ilmuwan peneliti antimateri, Dr Vittoria Vetra (Ayelet Zurer) dan Komandan Garda Swiss, Richter (Stellan Skarsgard).

Sementara itu, Vatikan yang sedang berduka atas meninggalnya Paus didesak untuk segera mencari pengganti pimpinan tertinggi umat Katolik itu. Para uskup mengadakan pertemuan di ruangan yang tersegel dan pucuk pimpinan Vatikan sementara diberikan kepada asisten Paus, Camerlengo (Ewan McGregor).

Kelompok Illuminati pun makin mengganas, mereka berniat memporakporandakan Vatikan. Mereka berencana menghabisi empat uskup calon Paus, satu persatu mulai pukul 20.00, 21.00, 22..00, dan 23.00. Rencana itu ditutup dengan meledakkan antimateri yang dayanya bisa membumihanguskan seluruh kota tepat pukul 24.00.

Illuminati pun mengirimkan kode berupa video yang harus dipecahkan Langdon, Vetra, dan seluruh jajaran aparat sebelum malam tiba. Masa lalu gereja dan Illuminati yang terkubur rapat, terpaksa dibongkar lagi.

Satu persatu uskup pun terbunuh dan konspirasi besar-besaran terjadi di belakang mendiang Paus sendiri. pa sebenarnya hubungan gereja dengan kelompok yang mengaku sebagai Illuminati itu?

Sukses kembali diraih penulis novel Dan Brown yang sebelumnya juga ‘menyentil’ Gereja Vatikan melalui The Da Vinci Code (2006). Kali ini, Brown agak soft, setelah kontroversi yang terjadi pasca peluncuran film yang juga dibintangi oleh Tom Hanks itu.

Namun Brown sekali lagi membuktikan ia piawai mengkombinasikan unsur sejarah dengan fiksi. Sebab meski sekian lama menjadi topik pembicaraan, kelompok Illuminati belum bisa dibuktikan keberadaannya. Sama seperti karya pertama Brown, pasangan penulis naskah Akiva Goldsman dan sutrada Ron Howard kembali terlibat dalam proyek ini.

Aktor watak Tom Hanks juga kembali menjadi Langdon, seolah karakter itu melekat erat padanya. Angels & Demons sempat mendapat pertentangan dari Gereja Vatikan meski banyak insan film yang mengatakan film ini sama sekali tidak menentang kebijakan gereja. [E1]

Judul Film: Angels & Demons

Pemain: Tom Hanks, Stellan Skarsgard, Ewan McGregor, Armin Mueller Stahl, Ayelet Zurer

Sutradara: Ron Howard

Penulis Naskah: Akiva Goldsman dan David Koepp (Novel: Dan Brown)

Produser (Produksi): Ron Howard, Dan Brown (Columbia Pictures)

Tags : angels and demons, vatikan